Bobo Fair di gramedia expo

Sabtu kemaren, 11 jul 09 ketepatan mama lagi off

Mama dah janji bawa Abang ke bobo fair di Gramedia Expo

Berhubung Papa lagi tugas keluar kota, akhirnya mama cari temen yg bisa dimintain tolong nebeng

Syukurnya ayahnya adik rara ditemanin sama Bou Cici mau

jadilah kita berlima berangkat

Wah, abang senang luar biasa

Semua badut dipegangin, diubek ubek..tuh liat photonya

Operetnya Avatar…waduh gak benar neh

Abang niru2 gayanya, makanya gak lama lama disana

Di playing area, abang luar biasa happy

pdhl itu kepala dah sampe kepijak temannya bermain, tp tetap aja gak perduli

Sampe bajunya basah keringat, tepaksa de diganti

Senang rasanya liat ceria wajahnya & binar matanya








DUO NAPIT ON CAMERA

Lg nyobain aplot foto dr BB

Mengabadikan moment spontan dan keakraban abang n adeknya

Smoga tetap saling sayang ya nak

Dr kecil da keliatan perbedaan tempramen mrk

Abangnya sanguinis melankolik, ga bisa diam, ceria tp agak sensi

Kl adek josh cenderung plegmatik, tenang dan mudah dihandle tp wataknya keras.

Tapi suerrrr… Ampun dah ngaplot foto dr bb, lemot jaaringan, gambarnya kecil, etc bikin ngaplot seharian ga kellar2















PENANGANAN TERHADAP ANAK SAKIT

INI AKU COPY SEBAGAI PEGANGAN KALO ANAK SAKIT..

JADI GAK BURU2 KASIH OBAT SETIAP ANAK SAKIT, HARUS RASIONAL …….

WALO AKU JUGA PERNAH GAGAL TAPI MAU BELAJAR TERUS….

Bayi Demam

Filed under:
Baby,
Asih Asuh,
kesehatan

(Original article written by Dr. Purnamawati S Pujiarto, SpAK, MMPed. Edited by Lulu to be used in Seminat PESAT 2)

Demam, batuk-pilek, radang tenggorokan, diare, merupakan kondisi langganan anak-anak. Pelajarilah, agar dapat bertindak dengan tenang dan rasional, agar tidak tergopoh-gopoh mengambil obat dan mengobati gejala-gejala tersebut. Semoga melalui sharing dan materi ini kita, para orang tua, akan jauh lebih bijak dalam menyikapi masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak.

1. Common Problems in Pediatrics : Title
Peran seorang pasien (tepatnya konsumen medis) sangat berpengaruh dan menentukan dalam kinerja tenaga medis. Konsumen medis yang aktif berpartisipasi dalam menangani masalah kesehatannya, akan sangat membantu kinerja dokter dan tenaga medis lainnya. Terutama kinerja dokter untuk tetap berpegang pada prinsip pola pengobatan yang rasional (Rational Use of Drugs/RUD). Pola pengobatan yang rasional adalah AMAN dan COST EFFECTIVE.
Perlu kita ketahui banyak faktor yang berperan dalam pemberian obat. Paling tidak ada 3 faktor yang dominan berperan kuat, yaitu dokter (penulis resep), konsumen (pasien) dan industri obat. Intinya, konsumen (pasien) yang tidak rasional akan mendorong iklim layanan kesehatan yang tidak rasional pula.Demikian pula sebaliknya.

2. IRRATIONAL USE OF DRUGS (IRUD)
Pola pengobatan yang irrational menjadi concern seluruh dunia. Minimal ada dua masalah utama perihal IRUD yaitu polifarmasi dan pemberian antibiotik yg berlebihan/tidak pada tempatnya. Masalah polifarmasi tanpa disadari sering terjadi, terutama saat anak sakit. Evaluasi kembali buku kesehatan/kartu berobat putra/I bapak/ibu. Perhatikan berapa kali dalam 1 th kita membawa anak berobat karena sakit. Coba jawab pertanyaan berikut :
• Berapa kali dalam kunjungan ke dokter, ibu tidak memperoleh obat ? Tidak juga antibiotik ?
• Apakah setiap kali berobat anak mendapatkan obat puyer ?
• Berapa jumlah obat dalam tiap puyer ?

Umumnya para dokter mengajukan minimal 3 alasan mengapa mereka cenderung abusive, yaitu :
1. LACK OF CONFIDENCE.
Kebanyakan dokter sering tidak yakin atau merasa kurang PEDE untuk menyatakan bahwa pasien tsb sakit akibat infeksi virus, yang tidak membutuhkan antibiotik. Para dokter juga merasa insecure takut pasien pindah ke dokter lain.
2. PATIENT PRESSURE.
Tidak sedikit pasien, tanpa disadari, memilih bersikap pasif dan menganggap dokter tahu yg terbaik. Sehingga obat yang diberikan dokter pasti yang terbaik. Padahal dokter dapat bisa saja salah memberikan obat. Pasien yang irasional, sering menuntut dokter untuk memberikan antibiotik, karena menganggap antibiotik merupakan obat dewa yang bisa menyembuhkan segala kondisi. Pasien irrasional sering menuntut dokter sebagai tukang sihir, yang dapat memberikan obat yang cespleng. DOCTOR is a kind of MAGICIAN sehingga setiap kita ke dokter kita selalu berharap segera sembuh. Hal ini juga menimbulkan beban tersendiri bagi para dokter.
3. COMPANY PRESSURE.
Dalam Doctor-patient partnership, dokter sangat bergantung/membutuhkan pasien sebagaimana pasien bergantung/membutuhkan dokter. Tindakan pasien akan sangat mempengaruhi tindakan sang dokter. Pasien yang irrasional akan mendorong dokter menjadi irrasional. Intinya adalah tanggung jawab atau
kewajiban menyehatkan anak bukan hanya di bahu seorang dokter, tetapi juga orangtua sbg konsumen medis.

3. IMMUNE SYSTEM

Sejak lahir Tuhan telah melengkapi kita dengan sistem imun (daya tahan tubuh) yang sempurna & canggih. Diantaranya ASI. Secara garis besar, sistem imun terdiri atas 2 bagian, yaitu :
1. Bagian yang langsung “membunuhâ€? kuman/virus/parasit, dll yang menyerang tubuh kita dan membuat tameng/proteksi untuk â€?seranganâ€? serupa. Sistem imun yang bertugas langsung membasmi â€?musuhâ€? tsb adalah Sel Darah Putih atau LEUKOSIT. Leukosit juga membentuk antibodi, suatu zat untuk menetralisir â€?musuhâ€? bila suatu saat kita kembali terserang oleh infeksi yang sama.
2. Bagian atau sel-sel yang bertugas membantu sel leukosit sehingga leukosit jauh lebih efektif �serangan�nya.

4.BACTERIA & VIRUS
Kedua makhluk tersebut amat dangat kecil tetapi memiliki canggih & lihai agar dapat lolos dari serangan sistem imun tubuh kita.

Bakteri.
Bakteri ada dimana-mana, di alam, dan di sekitar kita. Bahkan tubuh kita dipenuhi oleh bakteri. Bahkan ASI mengandung bakteri. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas bakteri TIDAK JAHAT, bahkan menguntungkan. Kita justru membutuhkan bakteri tsb di dalam usus seperti untuk:
– Mencernakan makanan menjadi zat-zat bergizi
– Mengolah makanan menjadi vitamin B & K
– Melindungi kita agar tidak terinfeksi oleh kuman yang jahat.
– Membantu pencernaan agar kita tidak sembelit

Berdasarkan sifat kimiawinya, bakteri dibagi dua yaitu bakteri Gram Positif dan bakteri Gram negatif.
1. Bakteri Gram positif
– umumnya lebih mudah â€?lawanâ€? dibandingkan bakteri Gram negatif.
– dapat diatasi oleh antibiotik yang ringan (narrow spectrum antibiotik)
– umumnya menyebabkan Infeksi di bagian atas diafragma
2. Bakteri Gram negatif
– menyebabkan infeksi di bagian bawah diafragma.

Broad spectrum antibiotics adalah antibiotik yang menyerang kedua kelompok bakteri di atas INGAT :
– Pemberian antibiotik yang terlalu sering dan terlalu lama akan mematikan kuman yang baik. Hal ini akan menganggu pencernaan misalnya diare akibat munculnya banyak jamur, kekurangan vitamin B & K.
– Semakin sering kita memakan antibiotik, semakin sering kita jatuh sakit.

Virus.
Virus jauh lebih kecil daripada bakteri. Virus tidak dapat dibunuh oleh obat, antibiotik sama sekali tidak bekerja terhadap virus. Virus hanya bisa dibasmi oleh sistem imun atau daya tahan tubuh kita.

5.RADANG / INFLAMMATION – ITIS
Kita sering menyalahartikan istilah radang sebagai suatu keadaan akibat infeksi kuman. Radang atau inflamasi artinya MERAH, BENGKAK, dan SAKIT. Radang tenggorokan, artinya tenggorokannya merah, sakit, dan mungkin agak membengkak (amandelnya).

Radang karena INFEKSI.
Radang akibat infeksi dapat dibagi2, yaitu :
1. Radang karena kuman
2. Radang karena virus.
85% radang tenggorokan pada bayi/anak disebabkan oleh infeksi VIRUS -sehingga tidak perlu antibiotik.

Radang BUKAN INFEKSI.
Biasanya disebabkan oleh kondisi seperti ALERGI, TRAUMA, AUTOIMMUN, TEETHING, dll. Kesemuanya, sekali lagi, tidak dapat diobati dengan antibiotik. Upaya terbaik mengatasi alergi adalah avoidance – mengurangi kemungkinan exposure hal2 yang bisa menimbulkan alergi (debu, karpet, binatang berbulu, mainan berbulu, AC, makanan tertentu dengan pewarna, pengawet, perasa sintetik, permen, sea food, dll).

Demikian halnya dengan DEMAM.
Demam dapat disebabkan oleh infeksi dan juga bukan karena infeksi. Sekali lagi, penyebab demam terbanyak pada anak adalah infeksi virus. Demam itu sendiri merupakan salah senjata tubuh untuk melawan infeksi. Dengan perkataan lain, kalau ada infeksi, tubuh kita memproduksi panas sebagai bagian dari sistem imun untuk melawan infeksinya. Tetapi demam juga bisa dikarenakan hal lain yg tidak ada hubungannya dengan infeksi.

6. FEVER
Demam adalah alasan terbanyak orangtua membawa anaknya ke dokter. Apalagi jika orangtua tidak memiliki ilmu yang cukup mengenai demam, penyebab demam & tatacara merawat anak demam.

Bahayakah demam itu ? Burukkah demam itu ?
Tidak ada sesuatu yang 100% buruk atau 100% baik. Demikian juga dengan demam. Tuhan pasti memiliki maksud dibalik fenomena demam. There is something for many reasons.

Tubuh kita diciptakan oleh Tuhan dengan dilengkapi mekanisme pengaturan yang canggih, termasuk mekanisme pengaturan suhu. Di otak kita terdapat termostat bernama hipotalamus yang mengatur mekanisme ini. Tepatnya terdapat pusat pengaturan suhu disebut juga SET POINT. Pengatur suhu tubuh ini akan memastikan tubuh kita senantiasa pada suhu konstan (sekitar 37C) .
Demam adalah kondisi dimana otak (melalui Set Point) memasag suhu di atas setting normal yaitu > 38C. Namun demikian demam yang sesungguhnya adalah bila suhu >38.5C. Akibat kenaikan setting suhu tubuh tsb, maka tubuh akan memproduksi panas melalui tahapan : menggigil hingga mencapai suhu puncak ïƒ suhu demam stabil ïƒ suhu mulai turun.

Bagaimana dan mengapa timbul demam ?
Peningkatan suhu tubuh ini disebabkan oleh beredarnya molekul kecil dalam tubuh, yaitu PIROGEN �suatu zat pencetus panas.�

Apa yang menyebabkan terjadinya peningkatan pirogen ?
Penyebabnya antara lain : infeksi, radang, keganasan, alergi. Teething, dll.
Pada saat terserang infeksi, sistem imun tubuh kita akan membasmi infeksi tsb dengan serangan leukosit (sel darah putih).

Agar tugas leukosit tsb efektif dan tepat sasaran, dibutuhkan dukungan banyak pihak termasuk pirogen, yang bertugas :
1. Mengerahkan sel darah putih (leukosit)
2. Menimbulkan demam yang akan membunuh virus. Karena virus tidak dapat hidup di suhu tinggi. Sementara itu virus akan tumbuh subur di suhu rendah.

Perhatikan hal berikut :
1. Selama infeksi masih berlangsung, memang harus ada demam.
2. Demam merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh untuk membasmi infeksi.
3. Prinsip utama adalah cari penyebab timbulnya demam. Dengan mengetahui sumber masalahnya, maka kita dapat bertindak secara rasional. Pada anak penyebab utamanya adalah infeksi virus.
4. Beri minum lebih banyak dari biasanya. Waspadai kemungkinan terjadinya komplikasi dehidrasi.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasi tatacara penanganan demam. Berikut kondisi kapan orang tua harus menghubungi dokter :
– Bila bayi berusia < 3 bulan dengan suhu tubuh > 38C
– Bila bayi berusia 3 – 6 bulan dengan suhu tubuh > 38.3C
– Bayi dan anak berusia > 6 bulan, dengan suhu tubuh > 40C

Konsultasikan juga dengan dokter jika terdapat kondisi berikut :
– Sama sekali tidak mau minum atau sudah dehidrasi; Gelisah, muntah, diare
– Iritabel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan
– Tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan (lethargic)
– Kejang; Kaku kuduk leher; Sakit kepala hebat
– Sesak napas
– Gelisah, muntah, daire

7. TREATING FEVER
Point-point utama yang harus diperhatikan selama merawat anak demam adalah:
1. Mencari penyebab demam dan memperhatikan pola perilaku anak. Amati tingkah laku anak. Jika perilaku anak hampir sama seperti biasanya, maka kita tidak perlu khawatir. Karena pada dasarnya demam itu bukan hal yang membahayakan.
2. Cegah dehidrasi.
Demam akan meningkatkan penguapan cairan tubuh. Karenanya bayi dan anak beresiko mengalami dehidrasi. Berikan cairan lebih banyak. Berikan air, air sup, jus buah segar yang dicampur air, es batu, es krim. Bila muntah atau diare, berikan minuman elektrolit : pedialyte, oralit.
3. Ruangan dijaga agar tidak panas, pasang kipas angin. Anak memakai baju yang tipis.
4. Kompres air hangat atau berendam di ari hangat.
5. Biarkan anak memakan apa yang diinginkan. Jangan dipaksa. Hindarkan makanan berlemak, karena sulit dicerna oleh tubuh.
6. Meskipun anak dianjurkan untuk tidak masuk sekolah, bukan berarti ia harus berada di tempat tidur seharian.

Pemberian obat penurun panas mengikuti aturan berikut :
– <102F (<38.3C) : Tidak perlu obat penurun panas, ekstra cairan (minum banyak)
– >102F (38.3C), uncomfortable : Beri obat penurun panas, kompres hangat
– >104 (>40C) : Beri obat penurun panas, kompres hangat, hubungi dokter.

Ingat: DO NOT TREAT LOW GRADE FEVER (< 38.3C)

8. COLDS AND FLU
Penyebabnya infeksi virus. Umumnya berlangsung selama 5 hari (3 – 14 hari rentangnya) tergantung daya tahan tubuh dan tergantung ada tidaknya penderita flu di rumah atau di sekolah. Jika bayi dan anak memiliki saudara kandung yang lebih besar dan sudah bersekolah, maka ia sangat potensial sering mengalami colds & flu Tidak ada obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh anak terhadap infeksi virus flu akan meningkat sejalan dengan waktu

Tatalaksana:
– Yang paling dibutuhkan adalah cairan, sering minum meski sedikit2.
– Supaya â€?ingusâ€? tidak kental dan menyumbat jalan nafas, berikan air garam steril sebagai tetes hidung. Air garam steril ini tidak akan menimbulkan efek samping. Menghirup uap air panas juga banyak membantu saat mengalami colds & flu.
– Apabila pada malam hari tiak dapat tidur karena hidung tersumbat, beri tetes hidung untuk menghilangkan pembengkakan di dalam hidung (Iliadin, Otrivin).
– Humid environment, jangan kering seperti dalam ruangan berAC. Kalau perlu, taruh satu ember berisi air mendidih setelah anak tidur. â€?Paracetamolâ€? bila bayi/anak uncomfortable atau high fever (>38.5)
– Di lain pihak, kita sering mengacaukan alergi dengan flu. Pada alergi yang mengenai hidung, anak juga akan â€?melerâ€? tetapi anak tidak demam, tetap aktif bermain. Bukan berarti juga anak menderita infeksi virus flu.

Pencegahan:
– Sering cuci tangan
– Hindari kontak erat dengan penderita flu
– Jaga kebersihan rumah seperti di kamar mandi, dapur, dsb.

Kapan menghubungi dokter?
– Persistent cough, fever > 72 hours
– Sesak nafas, kuku dan bibir tampak biru
– Luar biasa rewel, atau luar biasa mengantuk (sangat sulit dibangunkan) Ingat: Tidak ada obat pilek yang efektif untuk bayi dan anak.

9. SORE THROAT / PHARYNGITIS (Radang tenggorokan & infeksi amandel)
Umumnya disebabkan oleh infeksi virus. ARTINYA: akan sembuh sendiri – self limiting; dan samasekali tidak memerlukan antibiotik. Hanya sekitar 15% saja yg infeksinya disebabkan oleh kuman Streptococcus dan umumnya menyerang anak usia 4 – 7 tahun. Dengan catatan, diagnosisnya harus berdasarkan biakan usap tenggorokan.

Tatalaksana
a. Banyak minum; minuman yg hangat akan memberikan rasa nyaman di tenggorokan.
b. Untuk anak yg lebih besar, bisa diajarkan untuk kumur2 atau mengisap lozenges.
c. Kalau panas atau kesakitan, berikan paracetamol (seperti panadol atau tempra).
d. Kalau hidung tersumbat, dapat diberikan tetes hidung NaCl dan menghirup uap panas. Kalau anak sangat terganggu, dapat diberikan Nasal decongestant.

10. COUGHS
Jika kita membaca literaratur kedokteran, sering diungkapkan bahwa batuk merupakan suatu mekanisme tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang mengganggu saluran nafas kita, seperti dahak, riak, benda asing (kacang, dsb). Batuk sebagai anugerah terindah dari Tuhan sering disikapi dengan tidak bijak oleh mereka yang tidak memahaminya. Andaikan kita perhatikan sejenak para pada penderita stroke misalnya. Karena adanya gangguan dalam otak, refleks batuknya terganggu. Akibatnya dahak menumpuk di paru2 dan ybs umumnya mengalami pneumonia. Hingga berefek fatal kematian pada penderita tsb.

Batuk bukanlah momok. Melalui batuk, kita tetap dapat bernafas, karena lendir yang mengganggu saluran nafas akan dikeluarkan saat batuk. Dengan batuk, kita terhindari dari bahaya tersedak benda asing yang masuk ke saluran nafas kita.
Yang terpenting yang harus kita lakukan adalah mencari tahu apa penyebab batuk. Infeksi kah atau bukan infeksi. Pada anak, batuk umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau oleh alergi. Batuk akibat infeksi virus flu misalnya bisa berlangsung sd 2 minggu. Bahkan lebih lama lagi bila anak kita sensitif atau alergi, atau bila di rumah ada anak lain yang lebih besar yang juga sedang sakit. Batuk karena alergi juga bisa berlangsung lama atau hilang timbul selama pencetus alerginya tidak diatasi. Alergi yang dimaksud bisa dalam bentuk alergi hidung (Allergic rhinitis), asma, alergi suatu zat dari lingkungan. Penyebab lainnya adalah sinusitis, reflux, pneumonia.

Tatalaksana :
Cari PENYEBAB batuk.
Jika batuk disebabkan oleh produksi dahak yang berlebihan, maka upaya yang perlu dilakukan adalah mengurangi produksi lendir. Melalui cara :
– Minum banyak yang hangat misalnya lemon
– Jangan ada asap rokok
– Ruangan jangan kering (Moist air – kamar mandi – buka keran air panas biarkan beberapa lama sehingga ruangan, atau taruh satu ember air panas mendidih, atau pasang humidifier)
– Agar anak lebih nyaman, tidurkan dengan bantal agak tinggi
– NO ANTIBIOTICS. Ingat ! Kebanyakan batuk tidak memerlukan antibiotik
– NO cough suppressant. Jangan mengkonsumsi obat penekan refleks batuk (seperti DMP). Anehnya, anak kita sering mendapatkan obat racikan/puyer yang salah satu kandungannya codein (sejenis narkotika) yang tidak diketahui manfaatnya.

Pada dasarnya, TIDAK ADA yang namanya obat batuk itu. Juga tidak ada obat pencair dahak. Cari pencetusnya !

11. BRONCHITIS (INFEKSI SALURAN NAFAS)
Penyebab banyak, tetapi yang tersering adalah alergi (Allergic rhinitis, asthma, environmental exposures). Bisa juga karena sinusitis, refluks, reaksi obat, kelainan bawaan saluran napas, tersedak â€?benda asingâ€?, pneumonia (virus, jamur). Mohon diingat pneumonia belum tentu karena infeksi bakteri. Jadi – belum tentu perlu antibiotik. Biasanya ditandai dengan batuk lama.

Tatalaksana :
– Mencari penyebab. Bila karena alergi, modifikasi lingkungan sekitar untuk mengurangi eksposur pada anak
– Humidifikasi
Ekstra cairan, dll

Jika anak kita dinyatakan menderita bronkitis, maka kita harus segera berpikir bahwa -itis di sini artinya radang inflamasi. Penyebabnya belum tentu infeksi bakteri – mayoritas bronkitis pada anak tidak perlu antibiotik.

12. EAR INFECTION
Penyebab :
Umumnya karena infeksi virus Pasca infeksi hidung atau radang tenggorokan seperti cold/flu, Tooth problem

Gejala:
– Sakit telinga (biasanya 1 sisi), demam, pilek dengan hidung buntu, rewel, telinga di-tarik2, nafsu makan menurun
– Kadang2 tampak cairan kuning keluar dari telinga, kadang2 juga anak mengalami sedikit gangguan pendengaran
– Rata-rata setiap anak mengalami infeksi minimal 1 x sebelum usia 5 tahun.

Tatalaksana :
– Penghilang rasa sakit
– Posisi tegak/upright position,
– Jangan ada yang merokok
– Jangan minum susu dari dot-botol sambil tiduran
– Air hangat di botol, bungkus kain perca, taruh di atas telinga
– Kalau perlu minum obat decongestant (mengurangi hidung buntu)

Pencegahan:
– berikan ASI selama mungkin
– Hubungi DOKTER / penggunaan ANTIBIOTIK :
* Bila berkepanjangan, lebih dari 2 minggu atau
* Bila infeksi berat dan anak kesakitan hebat

13. DIARRHEA – VOMITING
Hampir serupa dengan batuk, diare & muntah adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan pada manusia. Diare & muntah adalah mekanisme alami tubuhuntuk mengeluarkan racun, virus/kuman yang masuk ke dalam tubuh. Diare & muntah itu ibarat alarm tubuh untuk memberitahukan bahwa ada sesuatu yg tidak beres dalam tubuh kita. Yang perlu dilakukan adalah mencari PENYEBAB nya. Tidak perlu diberikan obat anti muntah atau obat untuk �mampet�kan diarenya.
Obat-obat tsb memang akan mengurangi/menghentikan diare/muntah, tetapi
tidak mengobati penyakitnya. Perbaikan tersebut bersifat �semu�. Ibarat bom waktu. Kita terkecoh seolah anak membaik, padahal penyakitnya masih terus berlangsung. Selain itu, obat2 tersebut juga bukan tanpa risiko/efek samping.

PENYEBAB:
– >80% penyebabnya pada anak, terutama bayi, adalah virus. Dikenal juga dengan ROTAVIRUS.
– Food poisoning
Alergi makanan,
Pemakaian antibiotik.

TATALAKSANA
CEGAH DEHIDRASI
– Minum banyak
– ASI diteruskan, campur dg Oral rehydration Solution (ORS) seperti pedialit atau oralit.
– Perbanyak minum.
– Bila diare hebat, fokus pada upaya rehidrasi (menjaga agar tidak dehidrasi). Kalau perlu, untuk sementara waktu tidak perlu makan sampai dehidrasi teratasi

Kapan menghubungi dokter?
– Ada darah di tinja atau tinja berwarna hitam
– Tanda-tanda dehidrasi berat : tidak buang air kecil > 8 jam, bibir kering, air mata kering ketika menangis, skin turgor menurun (jika tangan dicubit, tidak akan kembali seperti semula), mata cekung, abdomen (sekitar perut) cekung, fontanelle (ubun-ubun) pada bayi cekung.
– Luar biasa mengantuk, sulit dibangunkan
– Luar biasa lemas, layu

PRINSIP:
Umumnya tidak perlu diberi antibiotik, antibiotik hanya bila tinja berdarah (butuh evidence/lab). Pada banyak kasus, antibiotik justru akan memperparah diarenya. Belum lagi pemakaian antibiotik tidak pada tempatnya akan menyebabkan infeksi tambahan oleh jamur/fungus/candida.

Jangan minum obat untuk menghentikan diare seperti primperan, motilium, juga tidak perlu minum Kaopectate, smecta, ensim, dsb. Pada diare biasa, tidak perlu mengganti susu formula.
– INGAT – Jangan memberikan obat anti muntah!!!!

14. KONSTIPASI
PENYEBAB:
Penyebab utama biasanya pola perilaku, khususnya pola konsumsi makanan yang low-fiber, high-fat & high-sugar. Pola makan kita dulu sarat dengan sayur dan buah (serat), sekarang beralih ke fast food yang bukan hanya rendah serat, tetapi juga tinggi garam dan lemak. Penyebab lainnya adalah:
– Kurang minum
– Ignoring the urge (anak mengacuhkan rasa ingin buang air besar dan justru menahannya)
– Kurang gerak/olah raga, banyak duduk
– Penyakit: Hypothyroidism (kelenjar gondok kurang berfungsi, jarang, ada gejala lain sejak bayi seperti retardasi mental), retardasi mental

GEJALA:
– Sakit perut, melilit, mules, kembung
– Nafsu makan menurun
– Rewel
– Celana dalam ada berkas tinja (Soiled underwear)
– Tinja keras, tinja ada goresan/bercak darah (Large/blood streaked stools)
– Sering buang air kecil

TATALAKSANA :
– Minum banyak
– Pola makan yang kaya serat
– Lebih memperhatikan bowel habit dari anak.
– Melatih anak akan kebersihan.
– Berbicara & diskusi dengan anak.

Hubungi dokter jika terjadi hal berikut :
– Tidak BAB > 10 hari
– Sering / rutin mengalami konstipasi sejak lahir.
– Aktivitas sehari-hari menurun.
– Terdapat anal tears atau hemorrhoids
– Sulit mengejan saat BAB
– Ada darah di tinja

15. TYPHOID
Sebenarnya, tifus tdk tergolong kondisi yang sering terjadi pada anak. Namun demikian, kondisi ini sering sekali didiagnosis (gejala tifus/verdacht typhus). Padahal seharusnya untuk mendiagnosa suatu penyakit harus jelas dan tegas : TIFUS atau BUKAN.

Bagaimana dan kapan kita menegakkan diagnosis tifus?
– Curigai bila ANAK demam > 7 hari. Mengapa anak, bukan bayi ? Karena tifus
ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar. Sementara bayi masih mengkonsumsi ASI, susu formula, makanan rumah.
– Diagnosis: pemeriksaan laboratorium biakan empedu (GAL CULTURE) bukan
pemeriksaan widal. Di negara endemis seperti Indonesia, pemeriksaan widal
hampir pasti akan positif tetapi tidak otomatis menyatakan yang bersangkutan sedang menderita infeksi tifus.
– Be critical !

16.TBC.
Kondisi serupa yang juga sering salah diagnosa adalah TBC. Angka kejadian infeksi TBC di Indonesia memang tinggi, tetapi itu bukan berarti sedikit-sedikit TBC.
– Anak yang kurus, yang kurang nafsu makan, anak yang batuk-batuk, sering dicap â€?ada vlekâ€? di paru2nya. Padahal mendiagnosis TB tidak sesederhana ini.
– Di lain pihak, kalau memang anak kita TBC, perlu diterapi dengan benar agar kuman TBC benar-benar bisa dieradikasi dari tubuh kita. Yang sering terjadi: Anak mendapat obat TBC tanpa dasar diagnosis yang jelas.
– Obat TBC tersebut tidak diberikan dengan benar (jenis obat, jumlah obat, dosis, lama pemberian).

Selalu mencari second opinion ! Karena mendiagnosis TBC tidak mudah. Dan sekali anak didiagnosis TBC – konsekuensinya banyak harus mengkonsumsi obat-obatan untuk jangka waktu panjang. Padahal obat-obatan tersebut sangat berat`- berpotensi menimbulkan gangguan hati.

Again, be critical !

** HOSPITALIZATION
Indikasi rawat inap harus kuat, seperti :
– Kehilangan kesadaran
– Kejang berulang
– Sesak napas
– Dehidrasi berat
– Membutuhkan obat yang harus diberikan ke pembuluh darah (IV medication)

Bagi anak, rawat inap di RS bukan hanya menyebabkan trauma kejiwaan, tetapi juga menghadapkan anak kepada risiko tertular INFEKSI NOSOKOMIAL. Yaitu infeksi akibat kuman rumah sakit, dari pasien lain. Sementara itu kuman di RS jauh lebih GANAS dibandingkan kuman di rumah. Mengapa? Coba cermati kalimat-kalimat berikut. Di RS, kita terlalu banyak mempergunakan antibiotik dan umumnya yang dipergunakan adalah antibiotik yang kuat. Dengan demikian, kuman di rumah sakit banyak yang sudah resisten (kebal) terhadap berbagai macam antibiotik (superbugs). Kuman di rumah jauh lebih jinak.

Perawatan di RS dapat memperbesar potensi terkena infeksi tambahan(nokosomial) ini. Oleh karena itu, sebagai orang tua, kita harus memahami betul kondisi emergency (kapan anak harus dirawat di RS). Sehingga kondisi-kondisi yang tidak memerlukan perawatan RS, maka anak tidak perlu dirawat di RS.

17. THE LIVER AND THE DRUGS
Apa yang terjadi dengan obat yang kita konsumsi? Obat harus menjalani serangkaian proses metabolisme di hati. Prosesnya dua tahap. Di antara kedua tahapan tersebut, dihasilkan suatu zat antara yang bersifat toksik (beracun). Hal inilah yang dapat menyebabkan timbulnya kemungkinan kerusakan hati akibat obat. Makin banyak obat, makin besar kemungkinan efek sampingnya (termasuk kerusakan hati).

Sebagai contoh adalah gabungan beberapa obat dalam satu puyer. Ibu umumnya tidak menyadari bahwa puyer tersebut terdiri dari beberapa obat. Tidak tertutup kemungkinan obat-obat tersebut saling berinteraksi.

Pertanyaan yang seharusnya selalu ada di benak kita sebelum mengkonsumsi obat atau menerima resep obat adalah :
– Apakah anak kita benar-benar membutuhkan obat ?
– Apakah memang benar anak kita membutuhkan sekian banyak obat dan bukan hanya 1 atau 2 obat saja ? Ada baiknya kita mencari second opinion atau mencari informasi tentang penyakit & obat-obat tsb. Manfaatkan teknologi terkini yaitu internet untuk mencari informasi.

Siapa yang potensial terkena efek samping obat?
– Mereka yang berusia sangat muda
– Mereka yang lanjut usia

Sekarang mari kita evaluasi kembali kartu berobat anak kita. Coba perhatikan & hitung berapa banyak obat dalam setiap puyer/racikan. Bagaimana mengurangi risiko terkena efek samping obat?
1. Pada dasarnya, obat itu racun, sehingga potensial menimbulkan efek samping. Konsumsi obat hanya bilamana benar-benar diperlukan. Hindari polypharmacy.
2. Antibiotik bukan obat â€?dewa’ yang dapat menyembuhkan semua penyakit, atau menyembuhkan semua gejala (mulai dari demam, diare, batuk, pilek, radang tenggorokan, alergi, dll)

WHAT ARE ANTIBIOTICS
Antibiotik adalah obat untuk membunuh infeksi bakteri. ANTIBIOTIK TIDAK DAPAT MEMATIKAN VIRUS. After their discovery in the early 20th century, they transformed medical care and dramatically reduced illness and death infectious diseases. Indeed, antibiotics are among the most powerful and important medicines known because when they are used properly, they can save lives.
Antibiotics = Against Life. Artinya antibiotik adalah suatu zat yang sifatnya mematikan kehidupan dalam hal ini, mematikan kuman. Berdasarkan konsep �against life� tsb, beberapa ahli menyatakan bahwa penggunaan antibiotik dapat dikatakan sebagai penggunaan PESTISIDA bagi manusia (pesticide used on people).

APA BAHAYA PEMBERIAN ANTIBIOTIK YANG MEMBABI BUTA?
Setelah pemakaian antibiotik selama beberapa dekade, ternyata bermunculan banyak bakteri yang resisten (kebal) terhadap antibiotik. Hal ini membuktikan bahwa pemakaian antibiotik yang tidak rasional/membabi buta, justru akan merugikan pasien dan khalayak luas. Antibiotik merupakan satu2nya obat yang memiliki dampak sosial yang besar.

Contoh. Anak X sering memakan antibiotik setiap kali demam atau pilek.batuk, diare. Cepat atau lambat, kuman-kuman di sekitar X menjadi kebal terhadap berbagai antibiotik. Bila kuman yang resisten terhadap antibiotik tersebut menyerang anak Y, maka anak Y otomatis juga tiurut dirugikan, bukan hanya anak X.

Antibiotic resistance dapat membahayakan jiwa dan memperberat kondisi dan penderitaan si pasien yang mungkin infeksinya sebenarnya tidak berat tetapi kumannya tidak dapat dibunuh oleh berbagai antibiotik (padahal sebelumnya, infeksi kuman ni dengan mudah dapat diatasi). Kuman yang kebal terhadap antibiotik ini â€?berkembang biak dengan cepat, menyerang anggota keluarga lainnya, tetangga, teman sekolah, teman kerja“ mengancam seluruh komunitas.
Lingkungan terancam infeksi oleh kuman jenis baru, yang sudah berubah bentuk, yang lebih ganas, kuman yang sulit dibunuh oleh antibiotik.

THE TROUBLE WITH ANTIBIOTICS
1. Pemberian antibiotik yang berlebihan menyebabkan kuman yang tidak terbunuh mengubah diri (mutasi) menjadi kuman yang tidak mempan dilawan dengan antibiotik. Kuman itu disebut juga �superbug�. Superbugs ini juga dapat lolos dari serangan sistem imun tubuh kita, karena perubahan dirinya. Sistem imun tubuh kita tidak mengenalinya.
2. Superbugs ini memerlukan antibiotik yang jauh lebih kuat, pasien harus di rawat di rumah sakit karena antibiotik harus diberikan melalui selang infus. Antibiotik super kuat ini berisiko menimbulkan efek samping yang lebih berat. Selain itu dalam waktu cepat, bakteri tsb juga menjadi kebal terhadap antibiotik yang super kuat. Pada kondisi ini, tenaga medis/dokter seperti berlari di treadmill, terus mengejar, mencari antibiotik yang lebih kuat dan lebih baru.
3. Dampak negatif kedua dari pemberian antibiotik yang berlebihan dan tidak bijak adalah terbunuhnya �kuman baik� di dalam tubuh kita. Tempat yang semula dipakai oleh kuman2 ini menjadi vakum dan kekosongan ini diisi oleh kuman �jahat� atau jamur. Kondisi infeksi ini disebut sebagai �superinfection�.
4. Semakin lama/sering makan antibiotik semakin besar risiko terbentuknya superbugs, dan superinfection. Akibatnya SEMAKIN SERING KITA MENGKONSUMSI ANTIBIOTIK, SEMAKIN SERING KITA SAKIT.
5. Antibiotik adalah sumber alam, karunia Tuhan yang harus dipergunakan secara
bijaksana. Antibiotik menyelamatkan kita, kita harus �menyelamatkan� mereka.

APPROPRIATE ANTIBIOTIC USE
Penelitian membuktikan setiap harinya, telah diresepkan jutaan antibiotik bagi pasien infeksi virus. Suatu kekeliruan yang sangat besar. Beberapa alasannya:
1. Pasien meminta obat yang cespleng “apa saja“ termasuk antibiotik kalauperlu antibiotik yang superkuat
2. Bagi dokter, jauh lebih mudah menulis resep dibandingkan harus bersusah payah memberi penjelasan, menenangkan orang tua.

Pada tabel tertera beberapa kondisi yang umumnya disebabkan infeksi virus dan tidak memerlukan antibiotik.

ILLNESS ANTIBIOTICS ?
1 Cold “ Flu No
2 Runny nose “ green yellow No
3 Sore throat * No
4 Sinusitis* No, some yes
5 Bronchitis* No
6 Fluid in the middle ear No

SLIDE 21. HOW TO BE A GOOD HEALTH CONSUMER
Selalu pertanyakan: Does MY child really need the drug? Hal lain yang selanjutnya perlu dilakukan adalah:
1. Hitung jumlah obat yang diberikan kepada anak. Bila dalam bentuk puyer, hitung jumlah baris dipuyer yang mencerminkan jumlah obat (bila bingung, tanya ke ahli farmasinya)
2. Selalu membuat foto kopi resep dan diarsip dengan baik.
3. Konsultasi ahli farmasi. Tanyakan obat apa saja (minta agar ditulis nama obat satu persatu), apa mekanisme kerja obat2 tersebut, apakah ada antibiotik, berapa antibiotik yang diberikan, bagaimana interaksi obat sebanyak itu.
4. Beritahu dokter bila anak anda sedang mengkonsumsi produk herbal, suplemen, obat tradisional. Obat-obataan tsb mungkin saja berinteraksi dengan zat2 tambahan tersebut.

Intinya:

1. Hindarkan polifarmasi, mengkonsumsi obat sesedikit mungkin.

2. Antibiotik bukan magic saver. Hanya keadaan tertentu saja yang memerlukan

antibiotik. Dan Mayoritas penyakit pada anak disebabkan oleh infeksi virus, yang samasekali tidak membutuhkan antibiotik

ABANG IPARKU SAKIT……

aku lagi takut n sedih banget neh

pasalnya abang iparku seminggu sudah ini opname di RS sidikalang (kota kecil +/-4jam dari medan) karena alergi obat, tp kondisinya malah memburuk walalupun kulitnya sdh mengering

dan atas rujukan dokter di rs sidikalang dipindah ke medan

Sekarang abang iparku di ICU RS Elisabeth Medan

Dia diberi obat penengang dan rencananya selama 3 hari di ICU

diagnosa dokter adalah steven jhonson syndrome dan Gagal Ginjal Akut

hari ini steven jhonson sdh membaik tapi blm tau mengenai ginjalnya

latar belakang sakitnya sangat sepele

abang iparku pns dimedan, sedangkan kk ku pns disidikalang, jadi 1xseminggu pulang pergi sidikalang,

sebelumnya abang agak demam, kakakku pikir biar benar2 fit karena akan pulang ke medan, dibawa ke dokter ajalah

nah, bukanya fit, musibah yg terjadi

Tuhan …………

kami semua sedang ketakutan…

Tolong kami utk boleh memandang dan mengimani bahwa semua ada dalam otoritasMu

jangan kami dikuasai ketakutan ini

tapi belajar utk berserah dan tekun berharap

dalam alam tidak sadarnya, kiranya Roh Kudus menuntut abangku tuk tetap tenang dan berserah kedalam tanganMu, Bapa

jangan biarkan ketakutan menguasai dia, tp boleh melihat kuasa kasihMu

ke dalam tangan pengasihanMu kami berserah……amin

KALAU SUDAH GAK KONSEN ALIAS SUDAH TUWIR

Pagi ini gw dikomplen ama teman kantorku,

hey, ngapain lo pake jeans hari biasa???

aku refleks nanya, "lah ini kan hari jumat??"

wakakkaa………ternyata hari ini hari kamis booo

koq bisa sampe lupa gini yah??

apa ini ciri ciri mo insomania???

ya ampun…….pdhl tadi dirumah dah sempat nyobain pake rok, tp akhirnya tanpa pikir panjang langsung ganti ke jeans

kepikiran, hari ini hari jumat jadi mo agak santai

wah…bakalan kena tegur bos neh

apalagi siang ini mo keluar ama bos mo entertain customer lagi

apes dah……………

moga2 gak diperhatikan…….. (apa mungkin????)

CHOCOLATE PUDDING ALA ABANG OGIE


Kemaren sore setelah menjelajah dirumah mayanya
Mba Arum, langsung praktek deh dirumah

Soalnya dah pusing mikirin menu snack abang ogie akhir akhir ini (dasar emang mak’nya gak pintar masak dink)

Hasilnya kaya’nya gak seenak punya mba Arum, tapi asli abang senang & suka banget makannya

MInta teyusss……..

Mungkin kr Abang yg ngaduk aduk, sambil nyanyi2 dng mama coklatnya gak merata habis, jangan diejek yah..tapi itu hasil kerjanya abang lho…

ini neh hasilnya disebelah….




After dikasih Fla makin sedep…aslinya warnya kekuning2an kaya bubur jagung gitu….

Belum sempat diratain, Abang dah mo makan…buru buru dah ngambil pic nya….hehehe

Resepnya, tak copy paste dari punyanya mba arum :

bahan pudingnya :

1 bungkus agar2 bubuk

20 gr coklat bubuk

1 kaleng susu kental manis coklat

750 ml air

1/4 sdt garam

bahan fla :

250 ml susu cair

1 1/2 sdm maizena

1 kuning telur

50 gr gula pasir

1 sdm rhum

Cara masaknya :

1. aduk susu kental manis dengan air

2. tambahkan agar, coklat bubuk dan garam. Aduk sampai coklat larut, rebus hingga mendidih, angkat. tuang ke cetakan, lalu sisihkan

3. saus : rebus semua bahan kecuali kuning telur, masak hingga meletup-letup.

4. Ambil 1 sendok sayur adonan, tuang ke kuning telur yang sudah dikocok lepas. masukkan lagi ke adonan saus, masak hingga matang

5. Sajikan puding coklat dengan sausnya…….